BEKANTAN KALIMANTAN - Muhammad Hadad Ilmi (044)
Bekantan
adalah hewan yang tersebar di beberapa wilayah di Asia tenggara. Bekantan
adalah salah satu hewan endemik khas Kalimantan dengan nama latin (Nasalis
larvatus Wurmb) adalah primata yang termasuk dalam famili Cercopithecidae,
subfamili Colobinae. Menurut saya, " Bekantan adalah hewan yang memilik
hidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan untuk membedakan dengan
spesies lain yang hampir mirip dengannya selain itu juga bekantan sebagai salah
satu maskot di Kalimantan Selatan". Hewan yang memiliki keunikan
tersendiri di bagian hidungnya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi
masyarakat yang melihatnya. Tubuhnya yang tidak besar dan tidak pula keci dan pula di tambah keunikan
pada hidungnya itu menjadi sorotan masyarakat yang ingin melihat langsung keberadaan
hewan tersebut.
Namun tidak
dapat dipungkiri seiring perkembangan zaman dan globalisasi membuat pengaruh dan
dampak yang cukup signifikan terhadap hewan ini. kerusakan lingkungan hutan yang
semakin meningkat serta mobilitas sosial
yang semakin tinggi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kelestarian bekantan
itu sendiri. Selainuga kurangnya pengetahuan tentang perlindungan dan pemahaman
terhadap satwa itu sendiri sehingga mengakibatkan kecenderungan melakukan
hal-hal menyimpang dan perusakan kawasan hutan seperti melakukan penggundulan
hutan sehingga merusak habitat hewan tersebut dan juga melakukan pemburuan liar
dengan sengaja dan tanpa memperhatikan aspek penting hingga kemudian secara
tidak sadar mereka melakukan pemburuan liar dengan berbagai alasan yang tidak
jelas tanpa melihat kondisi hewan ini yang semakin lama semakin punah. Kerusakan
habitat bekantan merupakan ancaman besar terhadap kelestarian hidup hewan
tersebut, karena bekantan akan kehilangan tempat untuk mencari makan, minum,
tempat berlindung dan bereproduksi.Salah satu faktor yang mempengaruhi kelestarian
hidup bekantan adalah terjadinya degradasi habitat hutan dataran rendah menimbulkan
kekhawatiran akan cepatnya pengurangan luas habitat yang berdampak negatif pada
penurunan populasi bekantan itu sendiri.
Menurut
saya, bekantan banyak menempati tempat di hutan yang dekat dengan sungai serta
sering hidup di pepohonan juga. Ada beberapa jenis pohon yang sering digunakan
sebagai tempat tinggal bekantan seperti, pohon beringin, karet, dan kayu
kacang. Bekantan senang sekali tinggal di pohon tersebut karena banyak
mengandung sumber makanan bagi bekantan yang di konsumsi setiap hari. Namun
pepohonan yang sering digunakan bekantan untuk tinggal banyak terdapat di
lereng gunung atau jauh dari sumber mata air sehingga membuat bekantan lebih
suka tinggal di hutan yang dekat dengan sungai. Hewan yang mirip dengan monyet
ini banyak tersebar di wilayah Kalimantan dan juga di beberapa wilayah luar Kalimantan.
Menurut
yang saya ketahui bahwa Luas kawasan yang menjadi habitat Bekantan pada awalnya diperkirakan 29.500 km2 namun
40% diantaranya sudah berubah fungsi dan hanya 4.1% saja yang berada di kawasan
konservasi. Tahun 1987, populasi bekantan diperkirakan 260.950 ekor dan sekitar
25.625 ekor diantaranya berada di kawasankonservasi. Pada Tahun 1995 populasi bekantan
menurun menjadi sekitar 114.000 ekor dan hanya sekitar 7.500 ekor yang berada
di dalam kawasan konservasi. Menurut para ahli, populasi bekantan berkisar
antara 50-80% selama kurun waktu 36-40 tahun terakhir.Kerapatan populasi yang
rendah kemungkinan diakibatkan oleh faktor pengendali populasi seperti perburuan
liar, tingkat persaingan tinggi, produktivitas rendah dan ketersediaan makanan.
Bila daya dukung habitat tidak dapat mengimbangi pertumbuhan populasi yang
cepat, populasi bekantan dikawasan ini akan menurun secara drastis sertaKondisi
ini akan berpotensi membuat populasi bekantan tersebut terancam punah.
Struktur
umur populasi bekantan yaitu struktur menurun karena jumlah bekantan anak lebih
sedikit dibandingkan dengan umur dewasa dan muda maka sangatlah berpengaruh
terhadap reproduksi bekantan. Mengapa demikian karena ada beberapa hal yang
mempengaruhi reproduksi bekantan itu sendiri seperti pakan dan kualitas gizi
makanan. Serta di bangunnya bangunan-bangunan rumah yang berada di dekat
pinggiran sungai yang itu merupakan habitat bekantan sehingga mengganggu
keadaan bekantan dan membuat bekantan pindah jauh kearah atas atau dekat dengan
gunung dan hutan lebat maka semakin terancam punah populasi bekantan di Kalimantan
ini dan itu tidak seharusnya terjadi. Urbanisasi masyarakat menjadi salah satu
faktor serta keegoisan manusia terhadap perburuan bekantan tanpa mengedepankan
jangka panjang populasi bekantan.
Kondisi
seperti ini tidak dapat di biarkan karna dapat menggangu populasi bahkan dapat
memusnahkannya maka dari itu kesadaran manusia serta program pemerintah yang
harus lebih ditingkatkan agar menjadi lebih baik. Pemberian sosialisasi
terhadap masyarakat adalah salah satu cara untuk mengetahui bekantan itu
sendiri baik sejarah, jenis, makanan, populasi dan yang lainnya. Dengan
sosialisasi ini di harapkan dapat merubah pola pikir masyarakat agar lebih
bijak dalam menangani hal-hal seperti ini. Penggundulan hutan juga termasuk
dalam salah satu faktor mengapa populasi bekantan ini semakin lama semakin berkurang,
jelas sekali karena mengganggu tempat bekantan sehingga bekantan banyak yg mati
karena kekurangan makanan dan tempat tinggal dan masih banyak faktor yang lain.Maka
peran pemerintah sangat penting dalam hal ini agar nantinya populasi ini tetap
terjaga dan lestari hingga generasi berikutnya.
Komentar
Posting Komentar