DAMPAK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAGI MASYARAKAT - Abyan Pradipta (048)
Indonesia memiliki potensi yang besar
dalam bidang ekowisata. Banyak sekali tempat – tempat di Indonesia yang
memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara khususnya
pecinta alam. Ekowisata merupakan suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami
yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan, melestarikan kehidupan
dan kesejahteraan penduduk setempat. Ekowisata sendiri dapat memberikan dampak
positif atau negatif bagi masyarakat. Menurut saya, ekowisata lebih memberikan
dampak positif daripada dampak negatif jika pengolahannya tepat.
Hal ini
bisa dibuktikan dari pengembangan ekowisata di Ecopark CSC yang terletak di
Kampung Sampora. Ekowisata yang dikembangkan memberikan beberapa pengaruh dan
perubahan bagi kehidupan masyarakat Kampung Sampora. Peranan sumber daya
bersama yang berupa danau dan rawa bagi masyarakat sekitar Kampung Sampora
adalah untuk kehidupan sehari-hari, misalnya mandi, memancing (untuk dimakan
sendiri), mencuci pakaian dan lain-lain (Handayani, 2014). Perubahan terjadi ketika sumber daya tersebut
berubah menjadi ekowisata. Masyarakat setempat tidak mampu lagi mengakses
sumber daya yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Karena
danau dan rawa tersebut sudah dirombak menjadi sebuah danau buatan yang
dikelilingi oleh tumbuh - tumbuhan, sedikit rasa kecewa dirasakan masyarakat
setempat, namun demikian mereka masih dapat menerima ekowisata tersebut karena
mereka masih dapat menikmati keindahan danau tersebut sebagai tempat rekreasi
(Handayani, 2014). Selain itu, juga terdapat keuntungan di bidang ekonomi
berupa meningkatnya pendapatan masyarakat di sekitar Kampung Sampora
Kegiatan
pengembangan ekowisata lainnya berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Pengambangan
ekowisata ternyata mendapat respon positif dari masyarakat dan pihak pemerintah.
Di Pulau Pramuka telah diadakan beberapa kegiatan untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam menyediakan kebutuhan untuk para wisatawan dan pengetahuan
tentang konservasi ekosistem pesisir. Kegiatan ini merupakan salah satu cara
bagi penyelenggara ekowisata untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
kepariwisataan yang ada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (Triutami, 2009). Pengembangan
ekowisata di Pulau Pramuka juga memberikan beberapa manfaat. Pertama, manfaat
di bidang ekonomi yang diterima oleh masyarakat diantaranya adalah terbukanya
peluang kerja bagi para pemuda dan adanya peningkatan pendapatan bagi mereka
yang memang memiliki pekerjaan sampingan di bidang ekowisata. Kedua, manfaat di
bidang ekologi yang dirasakan oleh masyarakat diantaranya adalah perbaikan
kondisi terumbu karang dari tahun ke tahun serta timbulnya kesadaran masyarakat
untuk menjaga sumber daya alam laut dan pesisisr yang ada di sekitar mereka (Triutami,
2009).
Hasil
penelitian mengenai pengembangan ekowisata di wilayah pesisir Kecamatan
Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, menyimpulkan
bahwa zonasi ekologi bentang lahan wilayah pesisir Kecamatan Katingan Kuala,
Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah dapat dikembangkan menjadi zona
ekowisata ± 15,83 %, zona penyangga sebagai penunjang ekowisata ± 31,30 %, zona
inti untuk konservasi dan rehabilitasi ± 29,55 %, dan zona produksi dan ekonomi
± 23,31 %. Proporsi zonasi ini menjelaskan bahwa kegiatan pariwisata di wilayah
pesisir harus serasi dan selaras dengan upaya pelestarian dan menjaga fungsi
lindungnya dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. Kawasan konservasi untuk
keragaman alami dimaksudkan untuk melindungi ekosistem pesisir dari berbagai
fungsi perubahan lahan. Kawasan untuk zona perlindungan tata air dan serapan
karbon diprioritaskan adalah hutan rawa gambut (Birawa dan Sukarna, 2016). Pembagian
tiga zona kelola tersebut lebih dimaksudkan sebagai suatu kawasan yang mencakup
beragam flora dan fauna yang memiliki nilai ekologis, ekonomis, sosial, dan
budaya secara berimbang. Penetapan zona ekowisata di wilayah pesisir harus mampu
melindungi habitat-habitat kritis, mempertahankan keanekaragaman hayati,
mengkonservasi sumber daya alam, melindungi garis pantai, melindungi lokasi - lokasi
yang bernilai sejarah dan budaya, dan mempromosikan pembangunan pesisir dan
kelautan yang berkelanjutan (Birawa dan Sukarna, 2016).
Berdasarkan beberapa pengembangan ekowisata
di berbagai wilayah berikut, dapat disimpulkan bahwa ekowisata dapat memberikan
dampak positif bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Meskipun terdapat dampak negatif yang menyertai, hal itu dapat diatasi dengan
kesadaran masyarakat sendiri dan pihak – pihak yang terkait (pemerintah daerah
setempat dan wisatawan yang berkunjung).
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis