HEWAN MENYERUPAI DINOSAURUS YANG LANGKAH DI INDONESIA - Nurfualdhi Firman Pratama (051)


Pendahuluan
Badak Jawa (Rhinoceros Sondaecus) merupakan spesies yang langka didunia dan terancam dari kepunahan. Pada saat ini, penyebaran badak jawa di dunia terbatas, yakni di: Indonesia, Vietnam, dan Laos. Di Indonesia, populasi badak jawa hanya di Taman Nasional Ujung Kulon dan jumlahnya relative sedikit. Keberadaan badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon lebih cenderung terkonsentrasi di Semenanjung Ujung Kulon. Hal ini menjadi fakta bahwa populasi Badak Jawa tidak tersebar luas di Ujung Kulon.
Isi.
Saat ini dikenal ada 5 spesies badak di dunia, dua spesies diantaranya adalah badak putih dan badak hitam hidup di Afrika, sedangkan tiga spesies diantaranya adalah Badak Jawa, Badak Sumatra dan Badak India yang tersebar di Asia. Badak jawa memiliki satu cula, sama dengan badak India, namun memiliki badan yang lebih kecil dari badak India.

Ciri-ciri badak jawa sebagai berikut:
Bobot dari badak jawa mulai dari 900 – 2300kg dengan tinggi 1,3 sampai 1,7 meter dan panjang tubuh badak jawa dari mulut sampai ekor bisa mencapai 4 meter.
Memiliki cula dengan panjang sekitar 20 – 25 cm (jantan), jika betina memiliki cula yang pendek dan nyaris tidak terlihat.
Warna tubuh abu abu hingga hitam, semakin tua badak jawa, semakin pekat juga warnanya.

Habitat Badak Jawa:
Badak jawa memiliki habitat di hutan dengan curah hujan yang tinggi. Seperti di Taman Ujung Kulon.
Saat ini habitat badak jawa hanya di temukan di Ujung Kulon, tidak semua taman nasional menjadi habitat badak jawa.

Ancaman terbesar Badak Jawa:

Wabah penyakit dan bencana alam
Di kawasan ujung kulon sangat rentan dengan bencana alam, apalagi di tahun 1883 atau 1884 terjandi bencana besar yang mengalami kerusakan besar, yaitu meletusnya Gunung Krakatau. Ledakan sangat besar dan menewaskan sekitar 36.000 orang. Sebagia meninggal karena luka bakar dan tsunami yang diakibatkan meletusnya gunung Krakatau. Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus tahun 1883 dimulai sekitar pukul 05.30 pagi, dan berlangsung sekitar 4,5 jam, lewat empat letusan yang sangat kuat.

Letusan masif itu melontarkan abu vulkanik ke atmosfer bumi dan menyebabkan gelapnya sebagian di bumi, karena tebalnya abu vulkanik itu, cahaya matahari sangat sulit tembus ke bumi dan mengakibatkan penurunan suhu di bumi.
Begitu juga dengan wabah penyakit, jika ada wabah penyakit maka tidak heran jika sebagian badak jawa sampai seluruh badak jawa terkena dampaknya.
Penurunan kualitas genetik
Ancaman juga dapat dating dari penurunan kualitas genetik akibat kecilnya populasi badak jawa sehingga terjadi inbreeding.  Hal ini biasa terjadi di makhluk hidup yang populasinya terbatas dan hidup dalam satu area, maka inbreeding akan sangat tinggi. Inbreeding adalah perkawinan sekerabat dalam biologi diartikan sebagai perkawinan diantara dua atau lebih individu yang masih memiliki kedekatan hubungan kekerabatan, istilah lain adalah silang dalam.

Pola hidup badak jawa
Makan
Badak jawa adalah hewan herbivora, makanan badak jawa adalah hijauan berupa pucuk atau tunas tanaman. Beberapa tanaman yang disukai badak jawa diantara lain adalah kedondong hutan, segel, tepus dan sulangkar, yang tentunya makanan ini sangat melimpah di ujung kulon sana.
Reproduksi
Badak jawa hidup hamper sekitar 30 – 40 tahun, setiap kehamilan badak jawa hanya bisa hamil / mengandung  1 anak.  Badak jawa tidak diketahui hamil berapa bulan / tahun , mungkin badak jawa hamil sekitar 15 – 16 bulan. Begitu juga dengan rentang kehamlan, tapi mungkin di perkirakan sekitar 2 – 3 tahun.
Badak jawa adalah hewan yang tidak suka berkelompok, badak jawa banyak sekali di jumpai di kamera pengawas ujung kulon dengan sendiri, jarang berkelompok. Bukti kehidupannya sering dijumpai dengan jejak kaki atau kamera pengawas, badak jawa sangat suka di genangan air atau lumpur.

Upaya perlindungan badak jawa
WWF dan mitra kerjanya membantu balai tman nasional memantau badak jawa menggunakan kamera trap dan analisis DNA dari sampel kotoran badak jawa. Sejak pertama kali dimulai pada tahun 2001, kelahiran badak jawa yang tertangkap kamera berjumlah 14 kelahiran yang didokumentasikan oleh WWF dan balai taman ujung kulon sana.
Sejak Februari 2011, Taman Nasional Ujung Kulon memfokuskan untuk pada kamera trap yang terpasang.  WWF memfokuskan pada perliaku, pola hidup, makanan, serta resiko ancaman dan wabah penyakit.
Observasi tentang perilaku badak jawa dapat memberikan informasi tentang interaksi badak dengan lingkungan sekitarnya. Saat ini WWF bekerja sama dengan departemen kehutanan, dan masyarakat sekitar untuk mengkaji membuat habitat baru untuk badak jawa untuk menginisiasi populasi baru dan tetap menjaga populasi aslinya di Taman Nasional Ujung Kulon sana.

Penutup
Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, kita dapat mengetahui tentang ekosistem badak jawa dan pola hidup badak jawa, kita harus menjaga populasinya dengan tidak berburu satwa yang dilindungi ini. Kita harus bisa menjaga populasi satwa yang dilindungi, tidak hanya badak jawa saja, hewan lain juga.
Saran
Mengetahui jika penulis masih jauh dari kata sempura, maka penulis akan fokus mencari detail dari sumber sumber lebih banyak dan tentunya bisa dipertanggung jawabkan.
Penutup
Demikianlah makalah yang saya buat ini, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan dari pembaca ini. Kami mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan penyampaian, dari pembaca. Sekian dari saya dan terima kasih.

Komentar

  1. Promo Fans^^poker :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGELOLAAN HUTAN DI INDONESIA - ANGGI MAULANA BAGUS SYAHPUTRA (075)

KEMBALIKAN HABITATKU - SINTA AVILA R (049)

PENGELOLAHAN HASIL HUTAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN - YOGI ANDRIAS APRIWANTO (067)