HUTAN PERLU MODERN - GALUH PRIYO P. (078)
Dulu
Indonesia dikenal sebagai negara penghasil oksigen terbesar karena memiliki
hamparan hutan yang lebat, bahkan sampai mendapat sebutan sebagai paru-paru
dunia. Tapi realita yang terjadi saat ini, Indonesia kehilangan kewibawaannya
dikarenakan deforestasi hutan yang dilakukan oleh masyarakatnya sendiri maupun
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Peladangan berpindah dan pembangunan
adalah jawaban dari masalah saat ini. Banyaknya penduduk lokal yang
mengalihfungsikan lahan hutan sebagai lahan pertanian dengan alasan dapat
meningkatkan hasil pertaniannya. Apalagi maraknya pembagunan yang dilakukan
oleh investor menjadi masalah baru untuk kelestarian hutan dimasa yang akan
datang.
Akibatnya penurunan kualitas oksigen
dan terganggunya siklus air akan berdampak pada kesehatan manusia. Hal ini
tidak saja merugikan manusia, tetapi juga dapat merusak habitat flora dan fauna
bahkan dapat menyebabkan hilangnya spesies yang ada. Hutan memiliki fungsi
vital bagi keseimbangan alam, dalam perkembangan zaman tentunya lingkungan
hutan harus mengikuti modernisasi yang ada. Teknologi dan ilmu pengetahuan yang
maju dapat menjadi solusi pengolahan sebagai hutan modern di era ini.
Secara mata telanjang, dapat kita
lihat kerusakan ekosistem hutan seakan-akan menjadi pemandangan yang lumrah
terjadi baik itu di pelosok desa sekalipun. Deforestasi akibat peladangan
berpindah dianggap solusi dari masalah krisis pangan saat ini, memang logika
dari perluasan lahan pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian, tetapi
apakah hal iyu setimpal dengan akibat yang akan terjadi di kemudian hari?
justru saya menganggap ini adalah hal yang bodoh. Dari data Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2017 luas hutan mencapai 125
hektare, sementara pada tahun 2015 luas hutan di Indonesia sekitar 128 hektare.
Dari data tersebut dikarenakan deforestasi, kebakaran hutan, dan peladangan
berpindah. Sungguh miris bila hal ini terus terjadi, kemana saja petugas
keamanan hutan yang selama ini ada dan apa fungsi undang-undang bila tidak
untuk ditegakkan.
Telah kita lihat dilayar kaca dan
media masa mengenai bencana alam yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia,
antara lain penyebabnya dikarenakan rusaknya ekosistem hutan. Sebagai contohnya
terjadinya tanah longsor di ruas jalan nasional Trenggalek – Ponorogo km 16
(detiknews, 2018), penyebabnya adalah adanya lahan hutan yang dialih
fungsikan sebagai lahan pertanian
masyarakat sekitar. Apakah itu yang disebut dengan profit?, hal ini hanya akan
menjadi masalah baru bagi kehidupan sosial. Ketegasan pemerintah sangat
dibutuhkan dalam permasalahan ini agar mobilitas sosialnya tetap terjaga secara
harmonis.
Bila saja eksploitasi hutan secara
terus terjadi, maka akan semakin serius pula masalah yang harus dihadapi oleh
masyarakat. Semisalnya kita ambil contoh lingkungan kota, berapa banyak orang
usia dibawah remaja sudah mengidap penyakit asma dan gangguan pernafasan, hal
ini dikarenakan kurangnya konsentrasi oksigen atau bahkan menurunnya kualitas
oksigen yang ada diwilayah kota. Apalagi polutan dan asap pabrik yang semakin
hari menyesakkan paru-paru. Berbeda dengan anak-anak yang ada di desa yang
masih bisa menghirup udara segar, hal ini telah saya bandingkan secara sadar
bahwa memamang adanya hutan sebagai penghasil oksigen sangat mempengaruhi
kesehatan manusia.
Lalu bagaimana dengan penuntasan
peladangan berpindah yang saat ini marak terjadi?, bahkan peladangan berpindah
dianggap sebagai penerapan teknologi konservasi dalam pertanian yang lebih
berintegrasi dengn sistem alami. Dari prospektif sosial budaya, sistem
peladangan berpindah secara umum dianggap sebagai satu-satunya sistem pertanian
yang sesuai dengan ekosistem hutan tropis (Lahajir, 2001).
Dengan perwujudan serta pelelolaan
hutan secara modern kita bisa melindungi serta melestarikan isi hutan secara
efektif. Sebagai contohnya dalam sisi pengawasan atau keamanan hutan dapat
diawasi secara mudah dengan cara menggunakan teknologi komputer, misalnya saja
menggunakan drone dan cctv. Meskipun lahannya luas saya pasikan dalam
pengawasan akan lebih mudah dan efisien waktu. Apalagi dengan adanya GPS dapat
membantu dalam menentukan titik letak geografis tersebut. Bila kedua teknologi
ini digabungkan, maka dapat mempermudah proses pencarian masalah yang ada di
hutan meskipun tempatnya jauh dari pos pengawasan. Bila ditemui kecurigaan,
petugas secara cepat bisa menuju tempat yang bemasalah karena sudah mengetahui
tempat atau titik yang sudah ditandai oleh GPS tersebut. Jadi seperti pencurian
pohon dapat segera diatasi untuk dimintai pertanggung jawaban. Meskipun
mengeluarkan biaya yang lebih besar tapi menurut saya cara ini sangat efektif
dalam menjalankan tugas karena prosesnya bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Adanya sistem pengelolaan baru,
pastinya akan membentuk undang-undang yang baru pula yang lebih baik lagi.
Tinggal petugasnya saja yang perlu diperhatikan untuk lebih ketat lagi dalam
bekerja. Saya berharap pelaku penebang hutan secara liar mendapatkan efek jera
dengan diberikannya sanksi, sehingga mengurungkan pelaku yang lain untuk
berhenti dan memilih pekerjaan lain yang lebih jelas dan tentunya halal.
Bila perencanaan ini dapat terwujud,
pastinya kualitas oksigen yang ada akan semakin bagus serta membuat masyarakat
semakin sehat. Dengan adanya lingkungan yang sehat dapat dimanfaatkan sebagai
media edukasi sebagai pengembangan dan menciptakan lingkungan belajar baru,
misalnya saja pemberian fasilitas berupa perpustakaan dan ruang baca dikawasan
hutan, serta memasang jaringan wifi sebagai pelengkapnya agar kalangan muda
bisa tertarik untuk mencobanya. Saya ingin merubah pandangan masyarakat yang
selama ini menganggap hutan sebagai tempat yang menyeramkan dan bahaya. Saya
menilai cara ini perlu dicoba melihat keadaan pelajar dan mahasiswa di
Indonesia saat ini kurang dalam membaca buku karena dianggap membosankan karena
suasana yang kurang nyaman. Dengan cara ini saya ingin menjawab pertanyaan dari
bapak presiden yang berbunyi “ kenapa masyarakat yang hidup disekitar hutan
justru hidup miskin, padahal Indonesia memiliki kekayaan hutan yang melimpah”
kata Jokowi pada Festival KPH 28 september 2018.
Dengan ini, saya berpendapat
penerapan metode agroforestry bisa menjadi alternatif penolong perekonomian
warga. Misalnya saja menanam anggrek pada setiap pohon, dengan cara ini akan
menciptakan pemandangan baru yang indah serta tanaman anggrek dapat dijual
dengan jangka waktu pendek sehingga dapat menambah pemasukan masyarakat. Tentunya
kedepannya masyarakat juga harus lebih mandiri untuk menciptakan inovasi baru
untuk menarik hati pengunjung.
Walaupun saya belum menjamin sebagai
profit yang gemiang tetapi paling tidak dapat membuka lapangan kerja baru untuk
perekonomian yang lebih baik. Saya juga berharap kepada pemerintah untuk
membantu masyarakat dalam merealisasikannya, sehingga hubungan masyarakat dan
pemerintah bisa lebih romantis lagi. Yang terpenting lagi ialah semoga
masyarakat bisa berinovasi lagi tanpa merusak ekosistem lain supaya ketentraman
hidup tetap terjaga.
DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
BalasHapusdicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :) :* :*
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis