JALAK BALI, MASKOT PULAU DEWATA - REZA HANAFI (057)
Indonesia
mempunyai ± 1.539 jenis burung (Bird life, 1995.Dari total jenis burung yang
ada di Indonesia tercatat 104 jenis termasuk dalam katagori secara global
terancam punah. Berbagai jenis burung di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang
cukup tinggi, antara lain, berdasarkan potensi morfologis, suara, tingkah laku
dan sebagai sumber protein hewani. Potensi ekonomis tersebut menyebabkan tingginya
perburuan burung sehingga dapat menurunkan populasi di alam. Pentingnya untuk
mengetahui kondisi sebenarnya mendorong
peneliti-peneliti melakukan penelitian tentang burung tersebut sehingga
nantinya dalam waktu kedepan jumlah jenis burung yang terancam punah pun dapat
lebih diminimalkan.
Pada
kesempatan ini,saya akan membahas tentang Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) Pemerintah sangat serius untuk memperhatikan kelestarian
satwa endemic yang terancam akan kepunahan ini. Karena selain terletak di pulau dewata yang terkenal
dengan wisatanya, keberhasilan program pelestarian Jalak Bali (Leucopsar
rothschildi) akan menunjukan kepada dunia internasional. Bahwa Indonesia juga
memperhatikan lingkungan melalui prinsip konservasi serta merupakan kewajiban
setiap insan untuk mempertahankan dan melestarikan kehidupan liar sebagai wujud
untuk mensyukurinya karena hutan dan isinya sangat berguna bagi manusia . Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
kelangkaan pada Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) selain pada faktor
alamiah (kualitas habitat, adanya predator, penyakit, satwa pesaing, maupun
mati karena usia tua) juga faktor adanya ulah oknum manusia yang tidak
bertanggung jawab.
Nama
Bali sudah melekat dengan spesies jalak ini, karena memang di alam hanya
ditemukan di Bali. Keberadaannya yang endemik, di Taman Nasional Bali Barat,
juga penampilan fisiknya yang putih melambangkan kemurnian dan kesucian,
mengantar burung jalak bali, pada 1991 ditetapkan menjadi maskot Provinsi Bali.
Karena
penampilannya yang indah dan elok, jalak bali menjadi salah satu burung yang
paling diminati kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar,
hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas,
menyebabkan populasinya cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Jalak
bali masuk dalam daftar satwa dengan status kritis di dalam IUCN Red List,
serta didaftarkan dalam CITES Appendix I.
Data
lembaga BirdLife menyebutkan populasi jalak bali hanya sekitar 50 ekor di alam
liar Taman Nasional Bali Barat. Data tahun 2010 menyebutkan lebih banyak jalak
bali hidup di dalam sangkar penangkaran, sekitar 1.000 ekor, dibandingkan di
alam liar. Ketika pertama kali diidentifikasi pada tahun 1910, diperkirakan
300-900 ekor hidup di alam liar. Pada 1990 akibat penangkapan, jumlahnya di
alam liar berkurang hingga tersisa 15 ekor. Pada 2001, jalak bali hampir punah
di alam liar, jumlahnya anjlok hingga tinggal 6 ekor. Pelepasliaran
meningkatkan jumlahnya hingga 24 ekor pada 2005. Pada 2008 diperkirakan hanya
terdapat 50 ekor di Taman Nasional Bali Barat.
Meskipun bukan habitat aslinya,
upaya introduksi melalui pelepasliaran dilakukan di Pulau Nusa Penida. Pada
tahun 2009, tercatat 65 ekor burung dewasa dan 62 ekor anak burung jalak bali
hidup di Nusa Penida. Mencegah pesatnya penurunan populasi, sebagian besar
kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak bali. Bali
Safari and Marine Park, contohnya, seperti dapat dibaca di situs resminya,
bekerja sama dengan Yokohama Conservation and Research Center, melakukan upaya
penangkaran dan pelepasliaran burung ini kembali ke alam. Pada 2010, kedua
lembaga itu berhasil menangkarkan 10 ekor jalak bali.
Upaya
konservasi juga dilakukan oleh Taman Safari Indonesia, yang bergabung dengan
Wildlife Conservation Forum (FOKSI, Forum Konservasi Satwa Liar) dan Bali Mynah
Conservation Society (APCB, Asosiasi Pelestari Curik Bali), untuk meningkatkan
populasi jalak bali di alam. Pada 2007, 56 ekor jalak bali dilepasliarkan di alam
di Taman Nasional Bali Barat. Upaya yang sama dilakukan pada tahun 2009, dengan
melepasliarkan 34 ekor di tempat yang sama.
Pada
Juni 2011, dilepasliarkan sepasang jalak bali ke alam, sementara itu 15 pasang
diserahkan kepada lembaga penangkaran. Jalak bali hasil penangkaran akan
mendapatkan nomor "tagging" di sertifikat penangkaran burung yang
dikeluarkan oleh tempat penangkaran resmi, untuk mengetahui silsilah dan urutan
generasi burung yang dilindungi oleh pemerintah itu. Sebuah cincin akan
ditempelkan di masing-masing kaki jalak bali hasil penangkaran, sesuai dengan
nomor tagging di sertifikat burung. Maka lindungi mereka agar tidak punah
sehingga anak cucu kita masih bisa menikmati ke indahan Burung Jalak Bali.
AYO Bergabung Bersama AJOQQ | Menawarkan Berbagai Jenis Permainan Menarik.
BalasHapus1 ID untuk 8 Permainan:
-Poker,
-Domino,
-Capsa Susun,
-BandarQ,
-AduQ,
-Bandar Poker,
-Sakong,
-Bandar66 ( NEW GAME!! )
Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
PROMO MENARIK
- Minimal Deposit dan Withdraw hanya 15 rb Proses Aman & cepat
- 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT )
Pin BB: 58cd292c
website : AJOPK.ORG
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis