KELANGKAAN TUMBUHAN ENDEMIK - Achmad Latif Udin (043)
Indonesia
merupakan salah satu negara yang memiliki gunung dan pegunungan terbanyak di
dunia. Indonesia berada dalam urutan ketiga setelah Amerika Serikat dengan 173
gunung dan Rusia dengan 166 gununung. Dilansir dari CNN Indonesia terdapat 127
gunung berapi aktif belum termasuk gunung mati yang belum tercatat atau
terdata. Dengan ketinggian yang bermacam-macam mulai dari 875 mdpl (meter
diatas permukaan laut) seperti gunung batu jonggol di Kabupaten Bogor hinggga ketinggian
4884 mdpl yaitu gunung jayawijaya yang terletak di Papua. Dengan level
ketinggian yang berbeda juga memiliki vegetasi yang berbeda pula, contoh pada
ketinggian 600-1000 mdpl terdapat tumbuhan lavender dan pohon kina, pada
ketinggian 2000-2900 mdpl terdapat tanaman edelweiss yang menjadi khas
pegunungan tinggi.
Tumbuhan
edelweiss yang biasa ditemui di pegunungan Indonesia yaitu edelweiss jawa (Anaphalis javanica). Tumbuhan endemik
zona alpina di berbagai pegunungan tinggi di Indonesia. Edelweiss juga disebut
sebagai bunga abadi karena mempunyai hormone etilen yang mencegah kerontokan
pada bunga. Tumbuhan edelweiss dapat mencapai ketinggian 8 meter dengan batang
sebesar kaki manusia meskipun pada umumnya ketinggian tumbuhan ini tidak
melebihi 1 meter. Edelweiss merupakan tumbuhan yang dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus karena mampu membentuk mikoriza
dengan jamur tanah tertentu secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau
oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara
(Wikipedia). Tumbuhan edelweiss saat ini merupakan tumbuhan langka karena
populasinya yang kecil dan mengalami penurunan.
Edelweiss
merupakan bunga khas pegunungan tinggi yang dapat ditemukan pada ketinggian
2000-2900 mdpl. Ada dua faktor penyebab kelangkaan dari tumbuhan edelweiss
diantaranya faktor alam dan faktor manusia. Dimana keadaan daerah yang menjadi
populasi bisa jadi terjadi bencana atau sedikitnya lahan untuk edelweiss.
Ditambah dengan ulah tangn jahil manusia terutama para pendaki yang merusak
bunga tersebut.
Kelangkaan terjadi karena hanya beberapa
pegunungan saja yang ditumbuhi edelweiss dan jumlah yang kecil dan semakin
menurun. Berkurangnya tumbuhan endemik ini juga bisa jadi karena terjadinya
kebakaran hutan saat musim kemarau. Dimana panas terik matahari dan gesekan
ranting dapat menimbulkan percikan api ditambah angin yang berhembus cukup
kencang dan membakar area hutan yang terdapat edelweiss lalu mati. Bahkan
kebakaran hutan merusak vegetasi di daerah itu sendiri. Faktor alam inilah yang
juga menurunkan populasi edelweiss, meskipun kemungkinan kecil karena kebakaran
batang edelweiss bertunas akan membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan
berkembang biak.
Disisi lain karena faktor kebakaran
hutan bunga edelweiss semakin berkurang karena ulah manusia yang tidak
bertanggung jawab dengan sembarangan memetik bunga edelweiss yang sebenarnya
dilindungi. Bahkan lebih buruknya di daerah kawasan bromo tengger semeru warga
lokal memetik edelweiss untuk diperjual belikan, dan tidak ada pihak berwenang
untuk menegur atau melarang. Bisa jadi juga masyarakat lokal daerah pegunungan
juga tidak mengerti bahwa edelweiss dilindungi, sehingga tidak ada peringatan
yang tertera pada pos-pos pendakian gunung. Sedangkan para pendaki banyak di
bully karena foto dengan memetik edelweiss di upload ke social media, dan mereka dilaporkan pada pihak yang berwenang untuk
bertanggung jawab karena ulahnya. Hal ini akan tetap terjadi ketika belum ada
peringatan sebeum pendakian, karena kelangkaan edelweiss ini tanggung jawab
semua pihak.
Jadi untuk meningkatakan kesadaran
akan pentingnya kelestarian edelweiss juga harus ada dukungan dari pemerintah,
khususnya dinas perhutani di daerah tersebut. Kelestarian edelweiss perlu
dipertahankan agar semakin hari tidak berkurang entah itu karena faktor dari
alam ataupun ulah manusia. Sehingga keberadaan tumbuhan endemik ini akan selalu
lestari dan semakin banyak populasinya. Agar sesuai dengan julukannya yaitu
bunga abadi yang harus tetap eksis sebagai tumbuhan khas pegunungan tinggi di
Indonesia.
Jadi, pada
dasarnya kelangkaan tumbuhan endemik adalah tanggung jawab kita bersama.
Edelweiss tetap menjadi khas tumbuhan pegunungan tinggi, jika kita para insan
yang berperikemanusiaan terhadap semua makhluk hidup. Tumbuhan abadi akan tetap
abadi, tidak akan sirna hingga dipenghujung waktu. Kita bekerja sama saling
memahami keadaan alam yang semakin memburuk dan kembali memperbaiki apa yang
sudah rusak. Sebagai seorang menusia yang baik agar tetap menjaga keadaan alam
dimanapun itu
DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
BalasHapusdicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :) :* :*
Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusdimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||