KEMANA HARIMAU SUMATERA KU PERGI - Dea Alkornea (073)
Kita
semua pasti ingin melestarikan hewan-hewan yang ada di Indonesia,apalagi hewan
yang saat ini terancam punah. Seperti halnya Harimau Sumatera yang sekarang
sangat sulit dijumpai dan ditemui keberadaanya. Selain itu, kehidupan Harimau
Sumatera yang juga terancam punah. Padahal hewan itu memiliki keunikan
tersendiri dan memiliki banyak manfaat bagi semua orang. Lalu apa penyebab
fenomena ini terjadi dan bagaimana upaya untuk mencegahnya?
Hutan
adalah tempat hidup bagi banyak hewan,salah satunya adalah harimau.
Namun,jumlah hutan di Indonesia, khususnya Pulau Sumatera terus berkurang
karena dijadikan perkebunan atau lahan industri. Padahal, satu ekor harimau
membutuhkan hutan seluas 30-250 kilometer persegi untuk kelangsungan hidupnya.
Jika hutan di Sumatera tidak dilestarikan otomatis keberadaan harimau sangat
sulit ditemukan.
Harimau
Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
adalah subspecies yang habitat aslinya di pulau Sumatera, biasanya tempat tinggalnya
di hutan terbuka, hutan sekunder dan savana. Pendapat itu diperkuat oleh
Prijono dkk (1978), yang menyatakan bahwa hutan yang merupakan habitat harimau
adalah hutan sekunder dan hutan primer, dataran rendah sampai pegunungan, dan
sering juga terdapat di padang alang-alang serta hutan terbuka. Namun saat ini
Harimau Sumatera sangat sulit ditemukan bahkan di daerah pulau Sumatera
sendiri. Pada pertemuan population and habitat viability assessment (PHVA)
tahun 1992 di kota Padang, menyatakan bahwa hanya tersisa 400 ekor harimau
sumatra yang bertahan hidup di lima kawasan konservasi besar di Sumatera,
seratus individu lainnya diperkirakan hidup di hutan-hutan di luar kawasan
konservasi.
Populasi
harimau Sumatra di habitat alaminya secara menyeluruh belum diketahui secara
tepat. Namun, dapat dipastikan bahwa populasinya sekarang sudah dalam kondisi
sangat kritis. Pada penelitian tahun 2015 lembaga konservasi lingkungan hidup World Wildlife Fund (WWF), memprediksi
jumlah Harimau Sumatera terus menurun. Tanda-tanda penurunan populasi harimau
tampak di beberapa daerah di Sumatera, terutama di wilayah Riau. Menurut
Sunarto (2015) populasi harimau di wilayah Riau utara dulu cukup padat, namun
saat ini boleh dibilang tidak ada, kecuali di satu blok hutan yang relative
kecil di Senepis.
Populasi harimau di dunia telah menurun
drastis sampai 95% sejak permulaan abad 20 dan terus berkurang setiap tahunya.
Populasinya sekitar 100.000 ekor, kemudian turun menjadi 8.000 ekor pada tahun
1960. Penurunan juga terjadi pada tahun 2005, jumlah harimau tinggal sekitar
5.000-7.000 ekor. Populasi harimau di dunia pada tahun 2016 sekitar 3871
ekor,sedangkan Harimau Sumatera hanya tersisa 371 yang tersebar dari Aceh
sampai Lampung. Namun saat ini di Indonesia, jumlah poulasi Harimau Sumatera
ada sekitar 400 ekor.
Hal
ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya persediaan makanan dalam
lingkunganya. Karena pada dasarnya harimau akan memilih habitat yang dapat mendukung
kelangsungan hidupnya. Seperti hewan mangsa dan sumber air yang cukup serta
tutupan vegetasi yang rapat. Habitat yang paling disukai adalah daerah
perbatasan antara hutan dan areal garapan masyarakat yang biasanya banyak
dihuni oleh jenis-jenis hewan yang dapat dimangsa seperti babi hutan, rusa,
kijang, dan kancil.
Selain
itu, ada beberapa faktor lain yang meneyebabkan kepunahan hewan langka ini. Berbagai
faktor tersebut antara lain adalah perburuan liar yang dilakukan masyarakat untuk
mengambil bagian-bagian tubuh harimau kemudian dijual dan digunakan untuk obat
tradisional. Selain itu,perambahan hutan dan konversi lahan ke perkebunan sawit
juga sangat mempengaruhi. Dari kondisi ini kita tahu bahwa hilangnya satwa liar
ini secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh masyarakat setempat,
selain itu konversi hutan yang dilakukan pemerintahan juga merupakan salah satu
penyebabnya.
Untuk
melestarikan keberadaan Harimau Sumatera perlu dilakukan beberapa upaya khusus.
Petama, melindungi harimau-harimau yang masih diketahui keberadaanya. Kedua,
melakukan penghijauan dan pelestarian hutan sebab realita harimau menyukai
hutan yang rapat untuk melindungi dirinya dari sinar matahari. Selain itu, kita
harus mengembangbiakan hewan langka ini.
Dan
supaya Harimau Sumatera bisa dilestarikan lagi masyarakat dan pemerintah harus
bekerja sama dalam hal ini. Pemerintah sebaiknya lebih menegaskan peraturan
tentang perburuan liar. Dan untuk masyarakat setempat harus menumbuhkan
kesadaran,supaya tidak memburu hewan yang hampir punah ini. Dengan kesadaran
semacam ini kemungkinan hewan ini akan tetap berkembang.
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusdimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||