NAMA UNIK, TUJUAN MULIA - M. Rizky Prasetio (059)
Permasalahan tentang lingkungan dalam kurun waktu dekade ini menjadi
pembahasan yang sangat diperdebatkan oleh banyak pihak mulai dari komunitas –
komunitas kecil hingga instansi yang berkaitan langsung dengan lingkungan.
Berawal dari revolusi industri dimana semua negara saling mendahului dalam
bidang iptek dan produksi barang maupun jasa, akibat yang dihasilkan dari
revolusi industri ini adalah aspek lingkungan yang tidak diperhatikan oleh para
pelaku industri. Salah satu aspek yang terdampak adalah kawasan hutan yang
kondisinya sekarang sangat memperihatinkan, di Indonesia sendiri dalam satu
dekade terakhir terjadi deforestasi yang terus meningkat setiap tahunnya.
Menurut beberapa
studi menyebutkan penyebab deforestasi di Indonesia sangat tinggi dikarenakan
pengalihan fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan industri pulp. Data yang
didapat dari Global Forest Watch menunjukkan
bahwa 55 persen kehilangan hutan terjadi di dalam area konsesi, di mana
penebangan pohon diperbolehkan hingga batas tertentu, sementara 45 persen
kehilangan hutan terjadi di luar area konsesi yang legal. Oleh sebab itu, ilmu – ilmu yang berkaitan
dengan kehutanan belakangan ini berkembang dengan pesat salah satunya
silvikultur yang akan dibahas dalam artikel kali ini.
Silvikultur
adalah ilmu yang mempelajari cara mempermuda hutan baik secara alami maupun
buatan, serta pemeiharaan tegakan sepanjang hidupnya. Banyak ahli yang
mengemukakan tentang pengertian dari silvikultur, salah satunya menurut Society
of American Foeresters (1950) : “Seni memproduksi dan merawat hutan; penerapan
pengetahuan silvic dalam pengobatan hutan; teori dan praktek untuk
mengendalikan pembentukan hutan, komposisi dan pertumbuhan”. Namun, bagi
beberapa orang nama silvikultur masih terdengar asing untuk itu pengertian
silvikultur secara sederhana bisa juga seperti ini, silvi : hutan dan kultur :
budidaya. Pengertian silvikultur secara singkat dapat dikatakan budidaya hutan.
Orang yang menekuni bidang silvikultur atau ahli dalam
bidang ini disebut silvikulturis. Jadi sangatlah penting untuk seorang
silvikulturis mengetahui berbagai jenis pohon sebelum dia dapat merawat hutan
dengan baik. Bila dilihat dari bidang pertanian, silvikultur bisa dianalogikan
dengan ilmu agronomi (agroteknologi) dan holtikultura. Dalam ilmu silvikultur
juga mempelajari bagaimana cara membudidaya tumbuhan, dalam hal pohon – pohon
hutan. Oleh sebab itu, seorang yang ahli dalam bidang silvikultur harus
menguasai ilmu lain yang mendasari silvikultur diantaranya, dendrologi, genetika
hutan, dan sebagainya. Tujuan silvikultur sendiri adalah untuk merehabilitasi
atau menghijaukan kembali lahan bekas tambang dan perkebunan.
Karena itu, tidak menutup kemungkinan jika lulusan
kehutanan bisa bekerja di bidang pertambangan, selain merehabilitasi lahan
menjadi tegakkan hijau tugas seorang silvikulturis selanjutnya adalah merawat
dan membudidayakan kawasan tersebut hingga menjadi kawasan yang produktif
kembali entah itu melalui hasil hutan kayu (HHK) atau hasil hutan bukan kayu
(HHBK).Tentu saja dengan uluran tangan kita semua karena hutan adalah urusan
kita semua bukan hanya menjadi urusan orang yang bekerja dibidang kehutanan
atau sebagainya. Karena jika bukan kita sendiri yang merawat dan menjaga hutan
maka siapa lagi?.
Jadi
kehutanan mencakup banyak hal dan bidang salah satunya yaitu ilmu silvikultur
ini yang juga termasuk didalamnya ilmu – ilmu dasar dalam bidang kehutanan
seperti dendrologi, genetika hutan, pengelolaan hama dan penyakit pohon. Dalam
hal ini silvikultur menjadi solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang
selama satu dekade lebih ini diperbebatkan. Yaitu, solusi untuk mengolah lahan
bekas tambang dan perkebunan menjadi tegakkan – tegakkan hijau yang juga dalam
jangka panjang bisa menghasilkan atau produktif kembali dan pastinya memberikan
dampak yang sangat positif bagi kelangsungan ekosistem dan lingkungan.
Oleh karena itu, sekarang banyak perguruan tinggi negeri
maupun swasta yang terdapat jurusan atau fakultas kehutanan karena melihat
betapa pentingnya pengolahan lahan bekas tambang dan perkebunan yang dimana
membutuhkan ilmu silvikultur. Jika ada orang yang bilang kuliah jurusan
silvikultur mau kerja apa? Justru dengan keadaan sekarang ini ahli – ahli dalam
bidang seperti silvikultur sangat dibutuhkan oleh instansi yang berkaitan.
Sebenarnya menjadi seorang silvikulturis adalah tugas
mulia mengapa? Karena jika dalam ilmu pertanian kita yang menanam, merawat, dan
kita juga yang memanen hasilnya. Namun dalam silvikultur kita yang menanam,
kita yang merawat, tapi anak cucu kitalah yang memanen.
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis