PEMANFAATAN HASIL HUTAN NON KAYU - Abdullah Faqih (060)
Hutan
merupakan sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan pepohonan dan tumbuhan yang
sangat lebat, yang memberikan manfaat bagi semua makhluk hidup. Bagi hewan,
hutan sebagai habitat alaminya, sedangkan untuk manusia, hutan memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan
hidup.
Bicara
tentang pemanfaatan hutan, lumrahnya adalah hasil hutan berupa kayu. Akan
tetapi, saat ini tidak boleh hanya terfokus pada hal itu saja, mengingat
kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat. Mulai dari bahan
bangunan, pembuatan kertas, dan lain-lain.
Contohnya,
jika kita hanya mengandalkan hasil hutan berupa kayu, misalnya kayu jati, yang
notabene adalah pohon dengan tingkat kualitas tinggi yang sangat mahal, dan
dibutuhkan dalam bahan untuk pembangunan rumah. Membutuhkan waktu yang lama
untuk panen, yakni sekitar 50-70 tahun, dan ini tidaklah efisien.
Maka
dari itu, pemanfaaatan hasil hutan bisa dilakukan dengan memanfaatkan hasil non kayu, yang juga banyak
terdapat di hutan. Sehingga hal ini bisa membuat masyarakat yang tinggal di
daerah hutan, tidak bergantung pada hasil hutan berupa kayu saja.
Dampak
lain jika kebergantungan terhadap kayu terus terjadi, mungkin 10-15 tahun yang
akan datang akan mengalami penggundulan hutan. Penggundulan hutan akan
mengakibatkan dampak yang buruk, terutama bagi hewan. Mereka akan kehilangan
tempat tinggalnya, dan mungkin akan berpindah ke rumah-rumah penduduk.
Dengan
memanfaatkan hasil hutan non kayu, menurut saya merupakan cara alternatif dalam
menggerakkan perekonomian kehutanan selain dengan melakukan penebangan kayu.
Hasil penelitian di Peru membuktikan, bahwa hasil hutan non kayu memberikan
ekonomi lebih banyak per hektarnya dibandingkan jika hutan tersebut ditebang
untuk mendapatkan kayunya.
Hasil
hutan non kayu sangat beragam. Mulai dari menjadikan hutan sebagai lahan
produksi buah-buahan, tempat wisata, hewan beragam, karet, madu, getah, dan
lain sebagainya, dimana pada hasil hutan tersebut, diharapkan bisa membantu
penduduk sekitar hutan.
Menjadikan
hutan sebagai tempat wisata, seperti yang telah saya lakukan pada saat mengikuti
kegiatan KKLH (Kemah Kenal Lingkungan Hutan) di Tumpang, Malang. Di sana,
selain mengambil manfaat hasil hutan kayu, juga dijadikan tempat wisata, hal
ini dibuktikan dengan adanya tempat foto yang bagus, Masyarakat sekitar pun
memanfaatkan hal tersebut, dengan membuka warung makanan, dan kopi. Selain itu,
juga ada fasilitas kamar mandi dan tempat sholat.
Selain
menjadikan hutan sebagai tempat wisata, masyarakat sana menanam buah tomat yang
nantinya akan diproduksi. Menurut keteranagan Bapak Agus Fantoni, selaku Mandor
wisata daerah Tumpang, mengatakan bahwa masyarakat ikut membantu produksi getah
di hutan tersebut, dan memanfaatkan kayu yang sudah tidak dibutuhkan lagi, untuk
kebutuhan bahan bangunan dan perabotan rumah.
Contoh
lain pemanfaatan hasil hutan non kayu adalah, menjadikan hutan sebagai taman
nasional, misalnya seperti yang ada di daerah saya Taman Nasional Baluran
Situbondo, yang mendapat julukan Africa
van java.
Mengapa
disebut seperti itu? Karena disana merupakan hamparan savana luas yang mirip
dengan keadaaan di afrika, yang panas, tandus, dan dikelilingi komunitas
rerumputan dengan ukuran sedang. Selain itu, disana juga banyak komunitas hewan
yang ada, seperti monyet, banteng, rusa, dan lain sebagainya
Banyak
sekali wisatawan yang berkunjung ke sana setiap tahunnya. Menurut keterangan
dari Badan Pusat Statistik, 99% pengunjung disana adalah wisatawan domestic
dengan jumlah pengunjung 7.635 orang, dan 1% pengunjung berasal dari wisatawan
asing dengan jumlah pengunjung 99 orang di tahun 2016.
Selain
itu, disana juga dijadikan tempat untuk penelitian dari berbagai universitas,
hal ini saya dapat dari salah satu petugas keamanan Taman Nasional Baluran,
yang menyediakan penginapan disana. Menurut beliau, hampir setiap tahun ada
beberapa mahasiswa dari berbagai universitas yang melakukan penelitian di sana.
Akan
tetapi, masih ada saja, masyarakat yang menebang kayu secara illegal, atau
baisa disebut dengan illegal loging.
Apabila ketahuan maka, orang tersebut akan terkena sanksi, dan biasanya
alat-alat yang mereka gunakan, dirampas oleh petugas hutan.
Dari
hasil lainnya berupa madu, tentunya madu hasil dari hutan ini, adalah murni
tanpa campuran apapun, nilai julanya juga cukup tinggi, sehingga masyarakat
sekitar hutan dapat memanfaatkan hal tersebut. Selain itu, madu juga sangat
bermanfaat bagi tubuh, mulai dari bahan kecantikan, menurunkan kadar
kolesterol, dan lain sebagainya.
Dengan
cara memanfaatkan hasil hutan non kayu, yang banyak terdapat di hutan, bisa membuat masyarakat tidak terlalu
bergantung pada hasil hutan kayu dalam segi pekerjaan Sementara dari segi
produksi, hasil hutan non kayu juga menjanjikan pendapatan yang tidak kalah
dengan hasil hutan kayu, begitupun dengan pemanfaatan yang lain dalam hutan.
Dari segi social budaya, masyarakat bisa
berpartisipasi langsung membantu pejabat kehutanan, misalnya dengan cara
menanam berbagai macam buah-buahan yang nantinya bisa diproduksi hasilnya dan
menambah pendapatan.
Meskipun
hasil hutan non kayu juga bisa mendatangkan pendapatan bagi kita, bukan berarti
mengesampingkan hasil hutan kayu itu sendiri, karena tanpa kayu, semua populasi
yang ada di hutan tidak akan pernah ada.
Tinggal
bagaimana kita bisa merawat pohon dengan benar, dan dibutuhkan inovasi teknologi supaya pohon seperti pohon
jati dan pohon jenis lain yang memiliki nilai produk tinggi agar cepat dijual,
dan nantinya bisa membantu perekonomian hutan yang saat ini, mulai tergusur
oleh hasil kelapa sawit.
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis