PENGELOLAAN HUTAN DI INDONESIA - ANGGI MAULANA BAGUS SYAHPUTRA (075)
Pengelolaan hutan di Indonesia masih terpaku
pada persepsi tentang bagaimana cara memperoleh pendapatan tanpa memperhatikan
faktor lingkungan . Dampak perusakan hutan bagi ekonomi tidak mencerminkan
seluruh dampak yang terjadi tetapi justru memberi peran yang sangat buruk
terhadap daya dukung lingkungan. Penebangan liar,sengketa lahan dan perburuan
yang tidak tekendali jadi masalah utama yang harus diselesaikan yang berkaitan
dengan persepsi masyarakat dan oknum pemerintah yang mengacuhkan dampak
lingkungan yang berkelanjutan bagi masa depan hutan kelak.
Program penanaman yang dilakukan pada beberapa
tahun tahun terakhir dirasa kurang efektif karena masih belum banyak melibatkan
masyarakat dansistemnya masih belum efektif karena seharusnya harus dilakukan
adalah tidak hanya sekedar menananm akan tetapi juga harus dirawat dan dijaga
hingga tanaman tersebut bisa hidup dengan baik dan memiliki tinggat
keberhasilan hidup yang tinggi, selain itu juga pemilihan lokasi penanaman dan
juga jenis tanaman yang harusnya sesuai dengan iklim daerah sekitarnya sangat
mempengaruhi dalam keberhasilan atau suksesi penanaman.
Selain penanaman upaya untuk memperbaiki
kerusakan hutan yang terdegradasi adalah
seperti penerapan teknik konservasi air dan tanah dan pengelolaan hutan bersama
masyarakat dirasa perlu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya
pelestarian hutan , dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat lahan yang sudah
atau terlanjur dibuka oleh masyarakat dapat ditanami dengan tanaman MPTS (multiple purpose spesies) sehingga
masyarakat juga mendapat keuntungan ekonomis dari hasil hutan tersebut . dalam
upaya lain yaitu seperti mengalihfungsikan lahan hutan menjadi hutan wisata
juga bisa lebih berdampak kepada kehidupan masyarakat sekitar hutan.
Masalah yang selanjutnya yaitu terbatasnya
dukungan pendanaan dalam tindakan ataupun aksi yang menghasilkan peran yang
bisa berguna bagi pelestarian hutan juga merupakan masalah yang sangat penting,
pemerintah seharusnya lebih mengintensifkan pengelolaan dana yang digunakan
dalam pembangunan hutan dengan
syarat masyarakat mempunyai program yang
dirasa inovatif dan dilakukan tidak setengah setengah secara terus menerus
sehingga efektif dalam penggunaaannya.
Untuk itu dalam masyarakat seharusnya bisa
dibentuk lembaga yang mengatur jalannya program pelestariaan hutan yang tidak
hanya berbasis kepada aspek ekonomi tapi juga aspek ekologi.
Pada hutan alam
maupun hutan produksi , untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas hutan,
produksi yang dipanen dari hutan, baik dari hutan alam maupun hutan tanaman
disesuaikan dengan kemampuan hutan tersebut untuk menghasilkannya secara
lestari. Kemampuan hutan tanaman untuk menghasilkan jumlah dan mutu hasil yang
lebih tinggi dan beraneka ragam ditingkatkan melalui pemilihan jenis unggul dan
pemanfaatan teknologi dan kemampuan manajemen yang lebih baik. Dalam hubungan
itu, upaya pemanfaatan limbah pembalakan hutan, dan pengolahan hasil hutan
terus ditingkatkan pula sehingga jumlah hasil yang termanfaatkan menjadi lebih
tinggi. Demikian pula insentif untuk melaksanakan pengurusan hutan yang baik
dan disinsentif untuk mencegah sistem pembalakan yang merusak kelestarian hutan
ditingkatkan. Untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dari industri
pengolahan hasil hutan, maka nilai bahan baku hasil hutan diatur sehingga
mendekati harga pasar, sedangkan bagi pemakai hasil hutan yang kurang mampu dan
miskin diberikan berbagai kemudahan yang dapat membantu meningkatkan
kesejahteraannya dan kemampuannya berusaha, sekaligus merupakan perangsang
untuk ikut memelihara keamanan dan kelestarian fungsi hutan.
Untuk meningkatkan penghasilan negara dari pengusahaan hutan, maka pungutan nilai tegakan yang harus dibayar oleh pengusaha hutan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan ke¬adaan harga pasar. Pungutan tersebut dilaksanakan di hutan berdasarkan volume dan jumlah pohon yang ditebang, yang senantiasa harus sesuai dengan rencana kelestarian hasil yang ditentukan. elestarian manfaat hutan alam, perluasan hutan baru yang berkualitas dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi merupakan upaya yang terus ditingkatkan untuk meningkatkan peranan dan fungsi hutan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup baik lingkungan lokal maupun lingkungan global. Di samping itu, penetapan kawasan lindung yang berupa hutan gambut, hutan bakau, hutan lindung, kawasan konservasi, dan kawasan pelindung sempadan sungai dan danau, taman nasional, terumbu karang, dan sebagainya perlu diikuti dengan pembinaan dan pengelolaannya yang lebih baik. Pengelolaan hutan lindung, terumbu karang, taman nasional dan kawasan konservasi alam ditingkatkan terus agar kelestariannya terjamin dan memberi manfaat pula bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, dan ekonomi. Dalam upaya pelestarian kawasan lindung perlu diperhatikan pula kepentingan masyarakat sekitarnya, terutama dalam memperoleh manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata.
Untuk meningkatkan penghasilan negara dari pengusahaan hutan, maka pungutan nilai tegakan yang harus dibayar oleh pengusaha hutan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan ke¬adaan harga pasar. Pungutan tersebut dilaksanakan di hutan berdasarkan volume dan jumlah pohon yang ditebang, yang senantiasa harus sesuai dengan rencana kelestarian hasil yang ditentukan. elestarian manfaat hutan alam, perluasan hutan baru yang berkualitas dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi merupakan upaya yang terus ditingkatkan untuk meningkatkan peranan dan fungsi hutan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup baik lingkungan lokal maupun lingkungan global. Di samping itu, penetapan kawasan lindung yang berupa hutan gambut, hutan bakau, hutan lindung, kawasan konservasi, dan kawasan pelindung sempadan sungai dan danau, taman nasional, terumbu karang, dan sebagainya perlu diikuti dengan pembinaan dan pengelolaannya yang lebih baik. Pengelolaan hutan lindung, terumbu karang, taman nasional dan kawasan konservasi alam ditingkatkan terus agar kelestariannya terjamin dan memberi manfaat pula bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, dan ekonomi. Dalam upaya pelestarian kawasan lindung perlu diperhatikan pula kepentingan masyarakat sekitarnya, terutama dalam memperoleh manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata.
KESIMPULAN
Pengelolaan hutan dan
perlindungan hutan harus sangat diperhatikan karena hutan mempunyai peranan
yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan di bumi ini, baik segi ekologi
maupun ekonomi. Bermacam-macam fungsi hutan antara lain; penyedia sumberdaya
kayu dan produk hutan lainnya; rekreasi dan pengaturan bagi ekosistem tanah,
udara dan air; tempat tumbuh berkembangnya keanekaragaman hayati, sebagai
paru-paru dunia yang mengubah gas karbon monooksida menjadi oksigen segar yang
siap dikonsumsi bagi hewan dan manusia. Dampak dari aktivitas atau tekanan
manusia terhadap hutan telah mengganggu keseimbangan daya dukung sumberdaya
hutan. Beragam jenis hutan yang mengalami penurunan kualitas dan kuantitasnya
(tegakan dan luasan) akibat eksploitasi yang berlebih (overexploitation) dan Over-Harvesting, dan konversi hutan menjadi
hutan produksi atau lahan lainnya (perambahan, perkebunan, permukiman). Tetapi
tekanan aktivitas manusia terhadap hutan juga datang dari berbagai segi seperti
pembebasan lahan kehutanan untuk pembangunan infrastruktur trasportasi (jalan,
jembatan), telekomunikasi, energi listrik, perluasan lahan pertanian (misalnya
program satu juta Ha lahan gambut), pencemaran udara dan kebakaran hutan.
Pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan fungsi hutan sebagai penghasil kayu, paru-paru dunia, konservasi kehidupan keanekaragaman hayati dan sebagai penyeimbang ekosistem lahan, tata guna air dan udara agar tetap berlangsung harus diusahakan. Prinsip – prinsip yang telah mengatur kebijakan nasional dan internasional dalam bidang kehutanan. Dirancang untuk menjaga dan melakukan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan global secara berkelanjutan. Prinsip – prinsip ini seharusnya mewakili konsesi pertama secara internasional mengenai pemanfaatan secara lestari berbagai jenis hutan.
Pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan fungsi hutan sebagai penghasil kayu, paru-paru dunia, konservasi kehidupan keanekaragaman hayati dan sebagai penyeimbang ekosistem lahan, tata guna air dan udara agar tetap berlangsung harus diusahakan. Prinsip – prinsip yang telah mengatur kebijakan nasional dan internasional dalam bidang kehutanan. Dirancang untuk menjaga dan melakukan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan global secara berkelanjutan. Prinsip – prinsip ini seharusnya mewakili konsesi pertama secara internasional mengenai pemanfaatan secara lestari berbagai jenis hutan.
DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
BalasHapusdicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :) :* :*
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusdimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||