REPRODUKSI KUPU-KUPU - Ulfa Aulia Dessy (061)
Kupu-kupu merupakan satwa liar yang menarik untuk diamati karena memiliki keindahan
warna dan bentuk sayap sehingga mudah dikenal oleh setiap orang , kupu-kupu
memiliki ciri khas terutama adanya sisik-sisik pada sayap yang mudah terlepas jika di sentuh,
kupu-kupu juga makhluk hidup yang rapuh dan hampir tidak berdaya.
Dalam melanjutkan keturunannya kupu-kupu
memiliki cara yang unik yaitu sering pacaran dimana mereka harus menemukan
calon pasangan yang cocok. Pejantan harus terlebih dahulu mencari tahu apakah
sangbetina telah dibuwahi. Jika betina telah dibuwahi, ia melepas zat kimia
yang disebut feromon, ini memberitahu
pejantan bahwa dia tidak tersedia setelah pasangan yang cocok telah ditemukan perkawinanpun
berlangsung ketika pejantan dan betina siap untuk kawin, mereka membawa ujung
perut mereka bersama-sama.
Kupu-kupu bisa
bertelur sekali atau banyak kali setiap tahun. Jumlah keturunan setahun berbeda
pada pengaruh iklim, yang mana kupu-kupu yang tinggal di daerah tropis
mampu bertelur lebih sekali dalam setahun.
Menetas telur ke ulat (larva). Ulat makan
daun dan bunga selalu menggunakan rahang yang kuat. Ini akan memulai
proses makan dengan makan cangkang sendiri. Beberapa ulat memiliki kemampuan
untuk mengembang bagian kepala mereka untuk tampil seperti ular. Setelah itu
berubah menjadi kepompong. Kupu-kupu yang baru muncul harus meluangkan waktu
menggembungkan sayapnya dengan darah dan melepaskan mereka kering.
Kupu-kupu merupakan satwa liar
yang menarik untuk diamati karena memiliki keindahan warna dan bentuk
sayap sehingga mudah dikenal oleh setiap orang , kupu-kupu memiliki ciri khas
terutama adanya sisik-sisik pada sayap
yang mudah terlepas jika di sentuh, kupu-kupu juga makhluk hidup yang rapuh dan
hampir tidak berdaya. Kupu-kupu berperan penting dalam ekosistem dan dapat
membantu proses penyerbukan pada tumbuhan. Kupu-kupu (Lepidoptera) mempunyai peranan yang
penting dalam proses ekologis. Kupu-kupu berperan sebagai agen penyerbuk,
indikator kualitas lingkungan, dan obyek yang memiliki nilai keindahan. Habitat kupu-kupu yang ditemukan di berbagai lingkungan yang
berbeda. Mereka dapat ditemukan di daerah tropik, hutan,
rawa-rawa, sungai, rawa, padang rumput, tanah pertanian dan kebun, pada
dasarnya. di mana pun ada tanaman dan bunga.
Banyak orang yang menyukai kupu-kupu
yang indah, akan tetapi sebaliknya jarang orang yang tidak merasa jijik pada
ulat, padahal keduanya adalah makhluk yang sama. Semua jenis kupu-kupu dan
ngengat melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya
bermetamorfosis menjadi kupu-kupu atau ngengat. Banyak yang percaya bahwa
kupu-kupu memiliki umur yang sangat singkat. Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu
hidup selama seminggu maupun hampir setahun tergantung pada spesiesnya.
Kebanyakan spesies melalui tingkat larva yang agak lama, dan ada yang mampu
menjadi dorman ketika dalam tingkat pupa
atau telur agar dapat mengarungi musim dingin.
Kupu-kupu adalah serangga berwarna-warni yang bersayap segitiga besar.
Kupu-kupu termasuk dalam ordo atau kelompok besar serangga yang disebut
Lepidoptera. Nama ilmiah kelompok kupu-kupu berasal dari sisik-sisik kecil yang
memenuhi sayapnya. Kata Lepidoptera berasal dari dua kata bahasa Yunani yaitu
lepis yang berarti ”sisik” dan pteron yang berarti “sayap”. Sisik-sisik ini
sangat lembut, sehingga mudah rontok bila sayap kupu-kupu dipegang secara
sembarangan oleh tangan manusia (John Farndon, 2008).
Kupu-kupu memiliki postur tubuh yang langsing, sayap pada umumnya
berwarna cerah dan menarik, antena pada ujungnya membesar. Pada waktu istirahat
sayapnya menutup dan tegak lurus dengan tubuh sehingga yang terlihat adalah
permukaan sayap sebelah bawah. Kupu-kupu malam (ngengat) memiliki postur tubuh
yang lebih gemuk, warna sayapnya kusam, antena pada umumnya tipe plumose
(berbentuk seperti bulu ayam) dan pada waktu istirahat sayapnya terbuka,
menutup abdomen (perut) sehingga yang terlihat adalah permukaan atas dari sayap
(Salmah dkk, 2002).
Kupu-kupu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Kedatangan kupu-kupu pada bunga yang mekar adalah untuk mendapatkan nektar yang
terdapat pada dasar bunga. Selama nektaring, secara tidak sengaja serbuk sari
yang terdapat pada bunga akan menempel pada tubuh kupu-kupu. Serbuk sari ini
akan menempel pada kaki maupun sayap kupu-kupu, kemudian akan jatuh ke kepala
putik bunga lain ketika kupu-kupu terbang atau pada saat kupu-kupu hinggap di
atas tanaman berbunga lainnya. Penyerbukan (polinasi) tanaman erat hubungannya
dengan kelangsungan generasi tumbuhan berikutnya (Smart, 1991).
Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai opini saya, tentu banyak
kekurangan karena kurangnya pengetahuan dan referensi yang saya peroleh. Semoga
dapat bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca
Promo Fans^^poker :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis